Saturday, September 29, 2012


Cara Mengganti Nama Processor Secara Permanent

            Nama CPU atau Central Processor Unit pada properties computer kita sebenarnya bisa kita ganti dengan kata apa saja yang mau kita ganti. (Untuk tutorial kali ini saya menulis tentang cara mengganti Processor name pada Windows 7)
Misalnya nama CPU/Processor saya adalah Intel(R) Atom(TM) CPU N450 @ 1.66GHz 1.67GHz dan saya akan menggantinya menjadi Intel(R) Core(TM) i7 CPU N450 @ 3.66GHz 1.66.GHz.




Friday, September 21, 2012


Easy Of Acces With Speech Recognition
                Easy Of Access adalah Program untuk membuat anda lebih udah menggunakan komputer anda. Di dalam program ini, ada beberapa pilihan aplikasi untuk anda gunakan yang bisa mempermudah anda dalam mengoperasikan komputer anda. Diantaranya adalah Speech Recognition. Ini adalah aplikasi voice Command atau perintah suara yang bisa membuat suara anda mengganti kinerja dari mouse dan keyboard komputer anda.
Untuk Mengaktifkannya, Klik start > Control Panel > Easy Of Acces > Speech Recognition
 

Pada Dialog Box of Easy Of Access, klik Start Speech Recognition. Jika Anda baru pertama kali menjalankan maka anda akan dituntun pada rosedur konfigurasi microphone.

Klik Next untuk melanjutkan Prosedur konfigurasi.
Kemudian ikut langkah demi langkah sampai selesai. Jika konfigurasinya sudah selesai maka anda sudah bisa menjalankan perintah suara untuk menyuruh komputer melakukan apa yang anda inginkan. Anda bisa menyuruhnya membuka aplikasi yang anda inginkan, mengetik kata-kata dalam wordpad, notepad, dan lain-lain. Untuk Mengetahui apa saja yang bisa dilakukan oleh speech recognition anda dapat melihatnya dalam windows help.

Notes: Speech Recognition Hanya bisa mendengar dan melakukan apa yang anda suruh dalam bahasa inggris. Dan itupun harus benar benar seperti yang ada di kamus. Salah pengucapan akan membuat komputer tidak merespon pada apa yang anda katakan.

Meski speech recognition hanya bisa di gunakan jika bahasa inggris, Baiknya adalah kita bisa sekalian berlatih mengucapkan kata-kata dalam bahasa inggris. Siapa tahukan lama-lama jadi beneran Lihai dalam berbahasa inggris. Hehehe.
=D
Semoga Bermanfaat untuk kita semua.

Cara Membagi Partisi dan mengkonvert Harddisk dari Dynamic ke Basic atau Sebaliknya

                Membagi partisi menjadi beberapa bagian mungkin akan lebih memudahkan kita mengorganisir data dan file-file di dalam komputer kita. Ada banyak cara untuk meng-shrink partisi, namun kali ini saya hendak mengajak kita berbagi dalam hal shrink partisi menggunakan windows tools (Disk Management)
Klik Start, kemudian klik kanan pada Computer dan klik Manage. (maka sekarang anda sudah berada di dalam Computer management). Klik pada disk management :


1.       Mengkonvert Disk dari Dynamic ke basic atau sebaliknya.
Pada Tab Disk Management Klik kanan pada Disk 0/1 atau apapun Letter harddisk anda yang ingin di konvert kan. Kemudian klik konvert Disk to ….???!


2.       Shrink/Membagi Partisi
Untuk membagi Partisi sebelumnya bagi anda yang belum tahu, jika ekstensi disk/Harddisk anda adalah dynamic maka anda dapat membuat partisi sebanyak yang anda mau. Tapi jika harddisk anda berekstensi Basic, maka maksimun Partisi dalam satu harddisk hanya bisa Lima Partisi saja.


Sekarang untuk membagi partisi, Klik kanan Pada Drive yang akan anda Shrink volumenya, lalu pilih Shrink.
Maka akan muncul Pop up window untuk mengedit new shrink volume.


Isi berapa banyak ukuran yang akan anda pakai di partisi yang akan anda pakai pada pilihan Enter the amount of space to shrink in MB. Kemudian klik Shrink.


Maka anda akan Melihat Partisi Baru di Tab Disk management.
Namun Partisi ini masih belum bisa digunakan, anda perlu untuk memformatnya terlebih dahulu. Klik kanan pada partisi baru tersebut, Lalu pilih New simple Volume. Maka akan keluar partition wizard untuk memformat partisi tersebut.


Klik Next, untuk melanjutkan Prosedur.


Pada Spesifik volume size, klik next saja. (Karena ukuran yang ditaruh di opsi volume size adalah termaksimal dari partisi tersebut).


Maka anda akan melihat prosedur selanjutnya.
Assign drive letter or path, adalah bagian dimana anda hendak mengisi letter (Drive sign seperti Drive C/Drive G/etc) Jika anda ingin tetap seperti konfigurasi komputer, langsung saja klik Next.
Maka Prosedur selanjutnya adalah.


Format Partition. Ini Bagian dimana anda akan memformat partisi anda untuk digunakan nanti. Isikan nama partisi anda pada Volume Label. (NTFS adalah default File system partisi untuk dioperasikan windows, Jika anda mengganti NTFS dengan Ext4/yang lainnya maka kemungkinannya adalah anda tidak bisa menggunakan partisi tersebut di dalam komputer management). Jadi Ganti saja Volume Labelnya lalu Klik Next Untuk melaju ke Babak Terakhir.


Klik Finish untuk mengakhiri prosedur dan mendapatkan partisi baru anda.
Sekarang partisi anda sudah siap digunakan. Mudah kan..!!! Semoga bermanfaat.




Thursday, September 20, 2012

Multi Booting Windows 7, Windows 8, dan Linux Ubuntu/Backtrack


MULTI BOOTING WINDOWS 7, WINDOWS 8, DAN LINUX UBUNTU

Sebelumnya saya meminta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan ataupun prosedur dari tutorial yang saya berikan ini. tapi hal ini sudah saya coba dan berhasil 100%, dan sekarang notebook kecil saya (Toshiba NB305) menjalankan 3 Operating system didalamnya (windows 7, windows 8, dan linux Bactrack 5 R2).
cukup pembukaannya mari kita lihat cara pengaturannya.

1. Menyeting HDD (Hard Disk Drive)

                Kebanyakan PC/Laptop sekarang menggunakan Disk Drive dalam Ekstensi Dynamic, dan ini tidaklah bagus jika akan melakukan dual booting sesama windows. Ex: Windows 7 & Windows 8. jika anda melakukan dual booting antara Windows 7 dan windows 8, maka yang terjadi ketika booting anda akan otomatis masuk kedalam boot Windows 8. meski anda menginstall windows 7 dan 8 pada partisi yang berbeda. hal ini disebabkan oleh Hard Disk yang berekstensi dynamic, Windows 8 yang merupakan upgradetan nya windows 7 akan mengambil alih partisi C tempat dimana windows 7 di install. dan menaruh semua data windows 7 menjadi windows.old di dalam partisi C, dan semua fitur dari windows 7 tidak bisa digunakan.
hal ini bisa kita hindari dengan cara mengganti ekstensi Hard Disk dari Dynamic menjadi Basic. hanya perlu tahu bagaimana caranya saja dan selesai.
Ø  yang diperlukan adalah sebuah software tools yang menakjubkan tapi simple untuk digunakan. Nama software ini adalah mini tools partition wizard, dan bisa di download langsung dari situs resminya http://www.partitionwizard.com/download.html. Atau bisa di googling aja.

   
Ø  Klik kanan Pada Harddisk yang akan anda Convert ekstensinya, lalu pilih convert Dynamic to Basic. (Notes: Ketika anda akan melakukan hal ini, pastikan bahwa anda sudah membackup semua data penting sebelum mengkonvert harddisk tersebut. Kesalahan/error yang bisa disebabkan oleh prosedur ini adalah hilangnya boot mgr yg menyebabkan windows failure to booting/kegagalan system startup. Namun bisa dengan mudah diperbaiki dengan menggunakan CD Windows 7/recovery Image win 7/etc. Tinggal di run cd/usb bootable saja lalu gunakan system startup and repair. Bisa dipastikan bahwa tidak akan terjadi kesalahan/hilangnya data pada partisi-partisi anda, karena system startup hanya akan mereplace boot mgr nya aja).
Ø  Selesai mengklik konvert harddisk dari dynamic ke basic computer akan meminta reboot untuk menyelesaikan konvertnya. (notes: pastikan anda sudah menyiapkan CD recovery/CD windows 7/ISO OS windows 7 yang sudah anda burn to flashdisk(bootable USB) hal ini untuk mengantisipasi failure to start disaat selesai convert harddisk. Jika anda tidak punya ISO recovery windows 7 nih addressnya :  www.windowsreinstall.com/winre/createfromiso/
Ø  Sekarang Harddisk anda sudah siap di masukan OS sebanyak yang anda inginkan.